Suami Romantis, Versi Siapa?

Bagi seorang istri, punya suami romantis adalah suatu kebanggaan. Istri yang mana sich yang tidak mau punya suami romantis?

Suami romantis Versi siapa


Yupz...Setiap istri pasti berharap punya suami yang romantis, seperti memberi bunga, kejutan, hadiah, menggandeng tangan istri saat jalan-jalan, dan masih banyak lagi. Namun, dunia pernikahan jauh berbeda dengan drama Korea. Romantis itu luas, dan subjektif. Bagi orang lain mungkin romantis, tapi bagi yang lain mungkin lebay.

Setiap wanita pasti mengharapkan mendapat suami yang sholeh, tampan, kaya, romantis, siapa yang nolak suami seperti itu? Namun, biasanya "harapan" berteman dekat dengan "kekecewaan". Ketika kenyataan tak seindah harapan, maka kekecewaan yang datang. Memangnya salah kalau berharap punya suami bisa romantis? Tidak.
Namun kamu harus sadar diri jika suami tidak se-romantis Rasulullah. Ya tak perlu menangis. Sadar diri saja bahwa diri kamu tidak semulia Khadijah dan Aisyah hingga pantas diperlakukan seperti princess oleh suami
Rasulullah juga romantis pada istri-istrinya, wajar jika para suami harus menirunya. Betul... Rasulullah memang romantis; memanggil istri dengan panggilan sayang, tak pernah marah, kadang mengerjakan pekerjaan sendiri, senang membantu pekerjaan istri, dll.

Tidak semua lelaki berbakat untuk romantis. Tidak semua lelaki pandai mengungkapkan rasa cintanya pada istrinya. Ada yang pendiam dan lebih menunjukkan lewat perbuatan.

Kamu lihat kebaikannya, jangan lihat kekurangannya. Mungkin suami tidak suka membantu pekerjaan istri, tidak pernah bilang saranghae atau wo ai ni, tidak suka membuat kejutan tapi lihatlah deretan kebaikannya selama ini. Jangan sampai kamu baru sadar akan kebaikannya setelah dia tiada.

Mungkin suami tak pernah marah, sabar, saat pulang kerja tidak komplain dengan kondisi rumah berantakan, setia, kadang suka ngajak piknik walau cuma beli gorengan, itu pun sudah romantis. Jadi kamu sendirilah yang menciptakan definisi romantis. Kamu sendirilah yang menciptakan kebahagiaan rumah tangga kamu. Biarkan wanita lain bahagia karena suaminya romantis versi mereka.

Kamu tak perlu menyindir suami "Gini lho Mas suami romantis itu"

Itu sama saja seperti kita mengatakan, "Lihat deh suaminya si itu, dia suka nyuci baju. Suka ngepel juga. Kok Mas nggak?" bisa dibayangkan bagaimana hancurnya hati suami. Kalau sampai baper, bisa saja suami menimpali, "Ya sudah kenapa nggak nikah aja sama suaminya si anu."

Kamu balikkan posisinya. Ini kisah nyata. Suatu hari seorang suami yang sering berkunjung ke rumah temannya berkata pada istrinya. "Tahu nggak Mah, masakan istrinya Pak anu itu enaaaaak banget". Lalu apa yang terjadi? Ngambek itu istri. Merasa masakannya tidak terlalu enak, tapi suaminya memuji masakan perempuan lain? Bayangkan rasanya! Makjleb nggak tuh?

Jadi, tak perlulah kamu berharap suami harus begini harus begitu. Jangan membandingkannya dengan siapapun, sebagaimana kamu tak ingin dibandingkan dengan perempuan lain. Suami kamu punya kekurangan, kamu pun tak sempurna. Alangkah indahnya bila saling melengkapi, untuk menjadi keluarga sakinah, mawadah dan rahmah.

Baca juga: Ingin hubungan awet? Terapkan hal ini!

Intinya, kamu harus bersyukur telah diberikan suami yang baik, dan bersabar jika kebaikan itu kadang diiringi oleh kekurangan. Bukankah dengan demikian rumah tangga bisa lebih bahagia?

Artikel Terkait

Previous
Next Post »